Kamis, 04 Agustus 2016

PUISI UNTUK MAMA TERCINTA

Judul : CAHAYA DAN SENJA KU UNTUK MU

Mama,
Kau yang ajarkan ku bermimpi
Bermimpi menjadi satu putri
Yang berlimpah akhirat dan duniawi

Mama,
Tutur kata mentari yang kau ucapkan
Tingkah laku bulan yang kau lakukan
Akan selalu jadi panutan
Dalam raga dan jiwa ku

Petuah dan nasihatmu
Selalu tersirat dalam memori ku
Karena itu kaulah pahlawan nafasku

Mama,
Lantunan sendu tak pernah ku dengar dari mu
Letihan lesu tak pernah ku lihat di wajah mu
Namun ku tau betapa kau mencoba tegar berdiri
Walau tanpa suami dan duniawi

Mama,
Kau sangat berbakti pada almarhum ayah
Kau sangat mencintai ayah sepanjang hidupmu
Sampai kini kau selalu mendidik kami
Walau dengan 1 nafas, tanpa sosok lelaki di hidupmu

Mama,
Tak ingin ku menyesal nanti
Ku ingin mencium kaki mu dan membasuh nya
Ku rangkul jiwa mu dalam hati ku
Ku angkat tahta mu dalam pangkat ku

Mama,
Doakan lah kami agar menjadi ahli jannah bersama mu
Doakan kami agar menjadi putri rembulan yang di usung nama nya oleh langit
Dan kami akan menopong langkahmu dalam air jernih ku

Mama,
Dalam linangan air mata aku hanya berdoa
Dan meminta ampun pada mu dalam isak ku
Tuhan ku memberikan surga di telapak kaki mu
Hanya surga yang ku pinta dari mu.. hanya surga mu...

Created by : Vivi Sadiah Binti Hasanuddin
Kami mencintai mu mama..

Sabtu, 12 Maret 2016

Puisi : Aku Tak Memiliki Kenangan Tentang Mu

Insan dunia memiliki kenangan indah di kehidupannya
Kenangan yang selalu memberikan arti rindu
Kenangan yang sangat melekat dalam dirinya
Tapi tidak dengan ku...

Semua manusia di dunia merasakan hangat nya sentuhan ayah
Mereka merasakan tegas nya tutur kata ayah
Mereka mengalami kenangan terdidik oleh ayah
Tapi tidak dengan ku...

Apakah aku berbeda Tuhan?
Kenapa aku tak pernah memiliki kenangan itu?
Kenapa Ayah tak ada di sampingku??

Ayah.. aku tumbuh dengan sentuhan mama
Ku berlari dengan jerih payah mama
Ku nikmati hasilku dengan kehidupan ku sekarang yang penuh kebahagiaan
Tapi semua itu hampa, jika ku tak pernah mengenal sosok mu...

Ayah... apakah sosok dirimu masih ada?
Kemana harus ku cari sosok abu itu?
Dimana titik darah terakhir ku?
Apakah ku mampu bersujud pada mu di sisa umur ku??

Ayah..
22 tahun sudah aku berjalan penuh senyuman aliran air mata
Dan Mama lah yang mengajarkan ku tentang ketegaran
Tanpa sedikit pun mencela mu dalam hinaan
Karena mama, ku dapat menatap langit lagi untuk mengejar kenangan ku bersama ayah...

Ayah..
ciptakanlah kenangan itu hanya untuk ku anakmu...

puisi ;SELALU BERMAKNA TENTANG MU AYAH

Puisi ini untuk Ayah Hasanudin bin Damanhuri

Ayah...
Dipelarian ku berpasrah, terhadap semua yang terjadi
Di kegelapan malam ku bertatih, merenungi kehampaan yang berarti
Bukan karena tak memiliki cinta, namun berharap pada titik noda
Dan semua itu hanya dapat membuat ku terluka...

Ku tak mendendam, ku hanya meminta dan bertanya
Kapan semua kisah ku ini berakhir bahagia?
ketahuilah Ayah, hanya kau yang ku tunggu
Dan kehadiran mu akan menambah kebahagiaan ku...

Harapan makna semakin kuat di hati
Kisah kelam ku berputar di fikiran ku
Luka yang tak pernah ku umumkan pada mahluk Tuhan
Namun ku berjanji akan menjadi anak yang berbakti pada mu...

Ayah...
Hinaan selalu menghampiri ku, sehingga membuat ku terjatuh
Tapi kini aku berdiri tegap dengan uluran tangan mama dan suami ku tercinta
Dan ketahuilah Ayah, kehadiran mu akan membuat ku semakin berjaya..

Entah apa yang kini aku rasa
Sudah menginjak 22 tahun ku tak pernah berjumpa dengan mu
Tak pernah merasakan pelukan hangat mu,
Tapi ku yakin, kau hadir dalam setiap tidur ku melalui doa mu...

Ayah..
Aku wanita yang berdiri tegak meratapi kesedihan
Aku memang tak pernah memperlihatkan letih ku pada dunia
Aku memang tak pernah membasahi pipi ku pada mereka
Aku hanya dapat mencurahkan pada Tuhan ku saja
Tapi ketahuilah ayah, aku sungguh merindukan mu...

Ayah Hasanudin saya Vivi Sadiah adalah anak kandung mu..
Love U so Much