Senin, 21 Desember 2015

Judul :Selembar Puisi Untukmu Mama

Judul :Selembar Puisi Untukmu Mama

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayu mu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua bidadari kecil mu…

Desah mimpi mu berlari mengejar bintang
Berharap kami menjadi mutiara terindah mu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Ini peran terbaik mu untuk kami

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Dan tangan kami hanya di bawah
Meminta hasil letih mu untuk berhura

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Dalam lelah, kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum disetiap perjalanan kami
Mendera doa disetiap detik nafas kami
Mama… kau berlian dihati kami

Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Di setiap sholat malam mu

Mama…
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu
Membopong semua mimpimu dalam pundak kami

Mama…
Jangan benci kami
jika kami membuatmu menangis
Jika membuat mu kesal

MAMA WANITA TERHEBAT KU


Created:Vivi Sadiah

Rabu, 16 Desember 2015

PUISI UNTUK MAMA

Puisi : Mama Tersayang

Mama..
Bagiku engkau adalah insan yang istimewa..
Walau ketika berada didekatmu seperti terasa biasa saja
Namun kini kusadari..
Saat dekat denganmu adalah saat yang harus kuresapi
Ketika ku jauh darimu..
Kusadari bahwa saat bersamamu adalah saat yang selalu kunanti..

         Sering sekali ku memandang atas perjuanganmu
         Sering sekali ku melihat sesosok wanita hebat dihadapanku
         Kau begitu tegar, Kau begitu hebat
         Kau begitu istemewa didalam kehidupanku



Wajahmu selalu mengingatkan ku disaat ku terpuruk
Terima kasih mama atas perjuangan mu selama ini
Kau begitu tegar disaat masalah demi masalah yg kita hadapi terus berdatangan
Kau begitu hebat di saat kau bersedih tapi tidak dilihatkan kepadaku

         Mama..
         Banyak ulahku memancing kesalmu..
         Namun lebih banyak lagi maafmu untukku..
         Lebih banyak lelehan air matamu..
         Di sepertiga malam, memohon kepada Tuhan yang terbaik untukku..

Air mata yg merinti kesakitan
Air mata yg selalu mengenang nasib
Tetapi Tuhan tunjukan kepada kami
Ssesosok wanita yg tegar yang tidak pernah meneteskan sedikitpun kesakitannya

         Mama...
         Saat pulang untuk bersamamu adalah saat yang selalu kutunggu..
         Bersama adik kita berkumpul dirumah yang teduh..
         Rumah yang penuh cinta dan hangatnya kasih sayangmu
         Walau kini kau sendiri berdiri bertugas ganda

Mama...
Kini ku jauh darimu...
Tak setiap hari dapat kupandangi wajahmu...
Tak setiap hari dapat kunikmati masakanmu...
Tak setiap hari ku dapat bersua denganmu...
Namun kuyakin doamu selalu menyertaiku...

         Kau adalah wanita terhebatku
         Walaupun kini ku jauh di rantau orang
         Kau tetap mengasihiku dan menyelipkan doa terhadapku


Mama..
Maafkan anakmu ini..
Yang terlalu sering buatmu menahan kesal di hati..
Belum banyak hal dariku yang membuatmu bahagia..
Namun satu hal yang tak pernah kulupa..
Doaku semoga Tuhan selalu memberimu umur panjang dan selalu bahagia dunia akhirat

         Mama..
         Kumohon doakan anakmu ini..
         Hingga Tuhan pun iba melihat ku..
         Karena engkaulah salah satu jalanku menuju surga-Nya..

Ya Tuhan.
Berilah umur panjang  kepada Mamaku..
Hingga ia berkesempatan melihat bidadari atau pangeran kecilku
Hingga ia berkesempatan menggendong anak-anakku..
Hingga ia berkesempatan berkunjung di Tanah Mu..

         Ya Tuhan..
         Muliakanlah Mamaku di dunia dan akhirat..
         Ampuni segala dosa-dosanya..
         Karuniakanlah kepadanya cinta kasih
         Kumpulkanlah keluargaku bersama dengan orang-orang yang beriman di surga-Mu..

Kami bangga
Kami senang
Kami mencintaimu
Kami menyayangimu
Mama…..
Hingga sampai kapan pun.



Created;

Vivi Sadiah

Minggu, 13 Desember 2015

Tetap Merindukan Ayah Hasanuddin

Air hujan turun deras menghantam sang bumi
Air mata menetes dengan derasnya di pipi
Saat teringat tentang dirimu aku pilu
Sosok mu wahai ayah yang ku rindu

Gundah rasa yang kini ku rasa
Saat ku benar-benar tak bisa menahan amarah dan kesedihanku
Saat ku harus menerima takdir ku
Saat ku mengenang nama mu dalam fikiranku



Dari celah-celah awan yang putih
Terpancar cahaya yang terang
mengintip sosok putri yang jauh di dasar alam
Itulah aku, mereka sadar akan ku, tapi kenapa ayah tidak?

Ayah,
Kini cahaya ku mulai redup
Aku ingin kau hadir menerangkan ku
Terbias sudah ranting hidup ku yang rapuh
Aku ingin kau hadir menguatkan ku

Ayah, 
Tak perlu kau bawakan ku salju di sana
Tak perlu kau bawakan ku berlian di sana
Cukup kau beri kabar pada ku
Dan aku akan hampiri mu dengan penuh tekad


Ayah,
Ku sudah kerahkan semua tenaga ku untuk mencari mu
Ku sudah buang rasa malu ku demi mu
Tapi nasib masih tak mendukungku
Kegagalan yang kini hampiri ku
Tapi ku akan selalu berjuang demi bertemu dengan mu...

Vivi Cinta Ayah..
Vivi Sayang Ayah..
Vivi Rindu Ayah..

PUISI UNTUK AYAH TERCINTA


Sinar bulan tak dapat menyinari hatiku
Gemerlap bintang tak dapat menghiasi benakku
Mentari yang iringi langkahku, kini lelah menuntunku
Karena sama menunggu sosok ayah kandungku


Tak terhitung sudah hari ini
Hari-hariku memendam rasa ini,
hari-hariku memendam perih ini,
Terus menahan rasa, rasa rindu ku pada Ayah...

Wahai Ayah...
K yakin, aku bercahaya saat kau ada
Aku akan muncul di awan saat kau tiba
Aku akan tersenyum saat kau rangkulkan jiwa
Tapi ku sadar ini semua sulit terjadi...

Ayah...
Tak akan ku lepaskan tangan mu jika kau datang menghampiriku
Ku berjanji tak akan merubah anganmu
kan ku hapus semua air mata lara mu
Ku teguhkan hidup ku untuk merawat mu Kan ku buang keletihan mu


Aku berjanji, dan terus berjanji
Ku akan berbakti dan menyayangi mu dengan kuat,
Sekuat guntur yang membahana,
Sekuat api yang membara

Aku menyayangi ayah dengan tenang,
Setenang angin yang berhembus lirih,
Setenang lautan yang berbuih

Walau kini aku terbalut dengan perih,
seperih sayatan luka di tubuh,
seperih goresan hati yang rapuh
Ku akan bertahan sampai Ayah datang padaku...

Vivi Sayang Ayah




Sabtu, 07 November 2015

ISI HATI ku


Ku berdiri di deras nya hujan
dan bertanya apakah Tuhan marah padaku?
Apa salah ku?
Kenapa sosok indah dari darah daging suami ku tak pernah hadir?

Ketahuilah...
Aku nyaman saat semua menerpaku
Aku dapati cahaya dalam gelapku
Itu semua karena hadirnya sosok tegap gagah yang selalu memberikan bahunya setiap malam padaku...

Ku sandarkan keluhku pada nadi nya
Ku selipkan amarahku pada tangannya..
Dan ku bertanya padanya kenapa Tuhan tidak adil pada kita?
Dan ia hanya menjawab Tuhan sedang mempersiapkan yang istimewa untuk kita..

Sungguh kesabaran wanita diuji saat seperti ini
Antara mundur atau kah maju?
Berdiam atau kah Berlari?
Kini, ku hanya berpasrah diri pada Illahi..

Jera rasa nya saat semua orang bertanya tentang hal yang sama
Sakit rasa nya saat semua orang berkata tak bermakna
Mereka tak tahu arti pengorbanan
Yang mereka tahu adalah rumusan hinaan
Sampai ku berdiri tegap melawan hinaan itu
Tapi sosok suami ku hadir menenangkan api amarah ku

Saat nanti tiba aku akan menangis
Aku hanya mampu menatap angkasa
Hingga saat itu tiba raga nan indah bersosok tahta
Berlayar pada ku dan berikan bahu agungnya untukku 
Untuk menorehkan keluh kesah ku di keningnya
Untuk membasahi sakit hatiku di asa nya..

Dan saat semua sudah terlalu lama
Ku ikhlaskan semua demi citra mu
Ku berikan semua demi penerus mu
Semua keputusan ku terima
Kan ku agungkan dirimu tuk mencari keturunanmu..

Oh Tuhan,,
Berikanlah kami sesosok benih cinta kami,
Titipkanlah pada kami insan yang bernilai
Percayakanlah pada kami untuk menjaga nya..

Jika kami ditakdirkan seperti ini tuk selamanya,
Berikanlah kami kesabaran yang menyerupai langit
Agar kami tetap bersyukur dan memaknai kehidupan kami di fana ini..

 Hope

Selasa, 27 Oktober 2015

PUISI UNTUK AYAH TERSAYANG HASANUDDIN BIN DAMANHURI

Judul : MIMPI KU TENTANG MU’ AYAH

Ayah...
Ku kagumi dirimu dengan cara ku
Ku sayangi dirimu dengan cara ku
Ku bayangkan sosokmu dengan anganku
Tapi semua tidak bermakna
Hanya menambah sakit di jiwa

Ayah....
Aku ingin menjadi mimpi 
Yang selalu hadir dalam malam-malammu 
Aku ingin menjadi semua yang selalu ada didekatmu dan mungkin berarti untuk mu..

Ku yakin saat kehadirannmu ada di hidupku
Malam gelapku akan menjadi terang bersinar
Hariku yang hitam akan menjadi berwarna 
Layaknya bintang bersinar itu lah dirimu
Layaknya pelangi indah itu lah senyummu

Ayah...
Tak banyak inginku
Hanya satu yang aku inginkan
Aku pemujamu 
Aku pengagum manis senyummu
Sungguh ku bayangkan indah wajahmu 

Demi kau yang indah tercipta
Aku tak sanggup jauh darimu
Aku tak mampu menghindar darimu 
Aku ingin selalu ada untukmu
Meski aku tak pernah terlihat olehmu

Ayah...
Kapan ku bisa berbakti pada mu
Memohon doa dan bersujud pada kaki mu
Walaupun ku tahu surgaku bukan pada telapak kakimu
Tapi ku yakin engkaulah sumber pahala ku

Ayah...
Walaupun kau tak pernah hadir dalam duniaku
Tapi sejujurnya kau selalu hadir dalam asa dan ragaku
Dan ku selalu mengagumi mu

Ayah..
Entah doa mana yang Tuhan kabulkan
Entah impian mana yang terciptakan
Sungguh jelas hanya ayah yang ku dambakan
Sungguh jelas peluk  ayah yang ku impikan

Kau tak akan pernah redup di hatiku
Aku tetap anakmu
Aku tetap darah dagingmu
Jangan pernah ragu untuk memelukku
Aku tak kan menepismu


Created by: Vivi




Ini identitas Ayah kandungku:
Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO
SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta
SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta
Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)
Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)
Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin
Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)
Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)
Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)



Minggu, 25 Oktober 2015

PUISI ADUAN RINDU

JUDUL : ADUAN RINDU

Pagi hari dunia berbahagia
Karena lahirnya putri menghiasi istana cinta
Itulah aku...
Aku lahir tanpa tahu dosaku
Aku lahir tanpa tahu salahku
Aku lahir tanpa tahu sosok ayahku

Tragis untuk ku ungkap
Malu untuk ku akui
Tapi ku bangga akan mu
Aku tau kau pergi karena alasan yang memaksa mu

Sejujurnya ingin ku rasakan kasih sayang ayah seperti ayah orang lain
Tapi ku yakin kau lebih istimewa di bandingkan ayah yang lain
Tapi ku tetap bertanya, wahai ayah mengapa engkau teramat tega pada ku
Kenapa engkau tak pernah menemuiku
Apa salah ku...........?


Ayah...
Sosok bayangan tak berbentuk
Begitu samar tuk dilihat
Wajahmu tak pernah sekalipun melewati bayanganku

Ayah...
Engkau teramat jauh di mata
Untuk merasakan kasih sayang mu pun tak pernah ku dapatkan
Apakah engkau manusia jahat?
Aku yakin tidak................

Ayah..
Gunung itu terlalu terjal tuk ku daki
Tanah itupun terlalu gersang ku pijaki
Aku lelah disakiti
Aku lelah berlari tuk mencari
Sungguh aku sangat merindukanmu
Merindukan mu dengan cara diam membisu


Ayah...
Rindukah engkau pada ku?
Inginkah kau bertemu dengan anakmu ini?
Semua itu tak ada jawaban, tapi perlukan kepastian
Hanya engkau yang terpatri dalam doaku
Semoga Allah mengingatkan mu dengan tanggung jawabmu


Created by: Vivi




Ini identitas Ayah kandungku:
Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO
SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta
SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta
Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)
Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)
Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin
Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)
Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)
Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)



PUISI HORMAT TERHADAP MU

JUDUL : PENGHORMATAN TANPA RAGA

Ayah,
Meski suaramu tak pak pernah ku dengar
Meski suaramu tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan lewat angan ku..lewat mimpiku..

Semua itu yang menghantarkan ku menuju lembah tinggi
Bernama kedamaian, Meski sentuhanmu tak pernah kurasakan
Namun dengan dekapanmu dalam anganku
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan dengan cintamu di kabut ini

Ayah,
Tangisku berderai kala ku ingat dirimu
Kala ku mengharapkan sentuhan tubuh letihmu untuk menjagaku

Terlena aku saat ini
Menanyakan pada angan dan mimpiku
Terdiam aku saat ini
Saat mencoba menerima pernyataan pahit dari dunia

Seperti karang menjaga debu pasir
seperti ku berharap kau jaga aku
Kau lindungiku dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku
Kau rela di terpa deburan buih yang berlalu
Demi aku....Demi anakmu. . .
Tapi itu semua masih tabu dan hanya sebaris mimpiku

Seakan tak pernah lelah
Ku hapuskan tetes air mataku sendiri
Seakan tak pernah bosan
Ku redamkan amarah dari tangisanku sendiri

Ku urai hati ini untukmu
Untuk segala pengharapan terhadap dermaga mu
Hanya sebentuk puisi dari ketulusan hati
Untukmu ayahku

Created: Vivi S

Ini identitas Ayah kandungku:
Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO
SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta
SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta
Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)
Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)
Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin
Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)
Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)
Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)


PUISI UNTUK MU AYAH HASANUDDIN

JUDUL: SIRNA PILU

Ayah, Seandainya...
Matahari itu mencerminkan dirimu
Akan ku cari matahari itu walaupun sudah tenggelam di ufuk barat
Akan ku cari matahari itu walaupun sudah termakan bulan

Ketahuilah...
Sajak ini ber airmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelapku
Seolah kau utus bintang untuk memejamkan lelahku

Aku merindu tanpa ragu
Saat semua ini ku pendam dalam hati
Aku menyesal tanpa risau
Saat aku jera pada kenyataan ini

Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap

Doa-doa penghapus basah tatapku, menenangkan ku
Tiap dendang lantun rindu mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku

Menuju kenangmu
Getar yang mencakar, melahirkan syair bagaikan pujangga berlagu
Ini untukmu, itu buatmu, dan doa sebagai baktiku
Aku selalu berdoa untuk berjumpa dengan mu....Ayah Hasanuddin bin Damanhuri


Ini identitas Ayah kandungku:
Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO
SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta
SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta
Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)
Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)
Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin
Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)
Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)
Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)

Sabtu, 24 Oktober 2015

1000 PUISI UNTUK AYAH HASANUDIN

1000 PUISI UNTUK AYAH

Pergantungan jiwaku ini di landa pilu
Sunggu besar harapanku untuk hidup dengan ayah kandungku
Mimpi yang selalu terpahat sekian lamanya berharap akan terlaksana

Sejujurnya aku tulus memaafkan mu
Sejujurnya aku mencoba memahami mu 
Namun sesungguhnya memaafkan tak selamanya ikhlas
Mungkin aku anak durhaka yang selalu meminta hak ku
Hak ingin bersama mu, hak ingin di cintai mu, hak ingin berjumpa dengan mu

Wahai Ayahku,
Ini bukan salah mu, ini hanyalah takdir ku dari Tuhan
Dan kisah ini untuk penghormatan ku terhadapmu wahai orangtua ku

Memang sakit hati ini sangat dalam
Tapi cinta dan rindu ini sejujurnya jauh lebih dalam
Ini bukan perkara kau salah dan benar
Tapi siapa diantara kalian yang lebih tahu tentang keadaan ku

Ku selalu berbohong tak merindu mu
Ku selalu tertutup tak ingin dengar tentang mu
Ego ku tersulut bara emosi jika terbesit nama mu
Tapi ketahuilah rindu ini meluluhkan segala emosi ku terhadap mu

Wahai Ayahku,
Aku mencintai mu dan merindu mu
Aku berjanji tak akan menolak melihatmu
Aku berjanji tak akan menolak pelukan mu
Dan jika ku harus menebus rembulan untuk bertemu dengan mu
Akan ku tebus semua itu agar kembali pada kebahagiaan yang ku mau

Jika saat ku mengenang mu
Jika saat rindu ku menggebu
Tapi tak bisa ku lampiaskan, aku akan semakin pilu
Dan jantung ku kian berdetak
Kaki ku seakan terpaku di bumi
Terasa ku akan karam di lautan dan tak akan timbul kembali di dasar kehidupan

Impian ku hanya satu
Hanya ingin merasakan kasih sayang mu
Namun mimpi ku akan selamanya menjadi mimpi
Karena kau sendiri telah menutup mata pada ku
Tapi aku akan selalu menunggu dan berharap pada mu wahai Ayahku...

Wahai Ayahku,
Ketahuilah hanya ada dua yang ku tunggu
Pertama menunggu kedatanganmu untuk menjemputku
kedua Menunggu maut datang menjemputku
Agar di syurga aku bisa berjumpa dengan mu

Tetapi jika Ayah tidak pernah datang kembali kepadaku
Hanya satu penghargaan terakhirku
Heningkan aku dalam pejaman mu
Selipkan aku dalam doa mu
Sampaikan dalam mimpi ku
Dan aku berjanji akan lepaskan kekecewaan ku terhadap mu..

Wahai Ayahku,
Ketahuilah bahwa kau yang terpatri di dalam doa-doaku
Aku akan selalu merindu mu
Akan ku tulis 1000 puisi untuk mu 
Untuk menggambarkan betapa rindunya hati ini,,.

Created;
Vivi Sadiah

Harapan ku, semoga Ayah bisa membaca.







Ini identitas Ayah kandungku:

Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO

SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta

SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta

Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)

Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)

Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin

Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)

Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)

Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)