Selasa, 27 Oktober 2015

PUISI UNTUK AYAH TERSAYANG HASANUDDIN BIN DAMANHURI

Judul : MIMPI KU TENTANG MU’ AYAH

Ayah...
Ku kagumi dirimu dengan cara ku
Ku sayangi dirimu dengan cara ku
Ku bayangkan sosokmu dengan anganku
Tapi semua tidak bermakna
Hanya menambah sakit di jiwa

Ayah....
Aku ingin menjadi mimpi 
Yang selalu hadir dalam malam-malammu 
Aku ingin menjadi semua yang selalu ada didekatmu dan mungkin berarti untuk mu..

Ku yakin saat kehadirannmu ada di hidupku
Malam gelapku akan menjadi terang bersinar
Hariku yang hitam akan menjadi berwarna 
Layaknya bintang bersinar itu lah dirimu
Layaknya pelangi indah itu lah senyummu

Ayah...
Tak banyak inginku
Hanya satu yang aku inginkan
Aku pemujamu 
Aku pengagum manis senyummu
Sungguh ku bayangkan indah wajahmu 

Demi kau yang indah tercipta
Aku tak sanggup jauh darimu
Aku tak mampu menghindar darimu 
Aku ingin selalu ada untukmu
Meski aku tak pernah terlihat olehmu

Ayah...
Kapan ku bisa berbakti pada mu
Memohon doa dan bersujud pada kaki mu
Walaupun ku tahu surgaku bukan pada telapak kakimu
Tapi ku yakin engkaulah sumber pahala ku

Ayah...
Walaupun kau tak pernah hadir dalam duniaku
Tapi sejujurnya kau selalu hadir dalam asa dan ragaku
Dan ku selalu mengagumi mu

Ayah..
Entah doa mana yang Tuhan kabulkan
Entah impian mana yang terciptakan
Sungguh jelas hanya ayah yang ku dambakan
Sungguh jelas peluk  ayah yang ku impikan

Kau tak akan pernah redup di hatiku
Aku tetap anakmu
Aku tetap darah dagingmu
Jangan pernah ragu untuk memelukku
Aku tak kan menepismu


Created by: Vivi




Ini identitas Ayah kandungku:
Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO
SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta
SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta
Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)
Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)
Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin
Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)
Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)
Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)



Minggu, 25 Oktober 2015

PUISI ADUAN RINDU

JUDUL : ADUAN RINDU

Pagi hari dunia berbahagia
Karena lahirnya putri menghiasi istana cinta
Itulah aku...
Aku lahir tanpa tahu dosaku
Aku lahir tanpa tahu salahku
Aku lahir tanpa tahu sosok ayahku

Tragis untuk ku ungkap
Malu untuk ku akui
Tapi ku bangga akan mu
Aku tau kau pergi karena alasan yang memaksa mu

Sejujurnya ingin ku rasakan kasih sayang ayah seperti ayah orang lain
Tapi ku yakin kau lebih istimewa di bandingkan ayah yang lain
Tapi ku tetap bertanya, wahai ayah mengapa engkau teramat tega pada ku
Kenapa engkau tak pernah menemuiku
Apa salah ku...........?


Ayah...
Sosok bayangan tak berbentuk
Begitu samar tuk dilihat
Wajahmu tak pernah sekalipun melewati bayanganku

Ayah...
Engkau teramat jauh di mata
Untuk merasakan kasih sayang mu pun tak pernah ku dapatkan
Apakah engkau manusia jahat?
Aku yakin tidak................

Ayah..
Gunung itu terlalu terjal tuk ku daki
Tanah itupun terlalu gersang ku pijaki
Aku lelah disakiti
Aku lelah berlari tuk mencari
Sungguh aku sangat merindukanmu
Merindukan mu dengan cara diam membisu


Ayah...
Rindukah engkau pada ku?
Inginkah kau bertemu dengan anakmu ini?
Semua itu tak ada jawaban, tapi perlukan kepastian
Hanya engkau yang terpatri dalam doaku
Semoga Allah mengingatkan mu dengan tanggung jawabmu


Created by: Vivi




Ini identitas Ayah kandungku:
Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO
SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta
SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta
Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)
Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)
Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin
Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)
Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)
Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)



PUISI HORMAT TERHADAP MU

JUDUL : PENGHORMATAN TANPA RAGA

Ayah,
Meski suaramu tak pak pernah ku dengar
Meski suaramu tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan lewat angan ku..lewat mimpiku..

Semua itu yang menghantarkan ku menuju lembah tinggi
Bernama kedamaian, Meski sentuhanmu tak pernah kurasakan
Namun dengan dekapanmu dalam anganku
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan dengan cintamu di kabut ini

Ayah,
Tangisku berderai kala ku ingat dirimu
Kala ku mengharapkan sentuhan tubuh letihmu untuk menjagaku

Terlena aku saat ini
Menanyakan pada angan dan mimpiku
Terdiam aku saat ini
Saat mencoba menerima pernyataan pahit dari dunia

Seperti karang menjaga debu pasir
seperti ku berharap kau jaga aku
Kau lindungiku dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku
Kau rela di terpa deburan buih yang berlalu
Demi aku....Demi anakmu. . .
Tapi itu semua masih tabu dan hanya sebaris mimpiku

Seakan tak pernah lelah
Ku hapuskan tetes air mataku sendiri
Seakan tak pernah bosan
Ku redamkan amarah dari tangisanku sendiri

Ku urai hati ini untukmu
Untuk segala pengharapan terhadap dermaga mu
Hanya sebentuk puisi dari ketulusan hati
Untukmu ayahku

Created: Vivi S

Ini identitas Ayah kandungku:
Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO
SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta
SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta
Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)
Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)
Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin
Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)
Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)
Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)


PUISI UNTUK MU AYAH HASANUDDIN

JUDUL: SIRNA PILU

Ayah, Seandainya...
Matahari itu mencerminkan dirimu
Akan ku cari matahari itu walaupun sudah tenggelam di ufuk barat
Akan ku cari matahari itu walaupun sudah termakan bulan

Ketahuilah...
Sajak ini ber airmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelapku
Seolah kau utus bintang untuk memejamkan lelahku

Aku merindu tanpa ragu
Saat semua ini ku pendam dalam hati
Aku menyesal tanpa risau
Saat aku jera pada kenyataan ini

Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuap

Doa-doa penghapus basah tatapku, menenangkan ku
Tiap dendang lantun rindu mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku

Menuju kenangmu
Getar yang mencakar, melahirkan syair bagaikan pujangga berlagu
Ini untukmu, itu buatmu, dan doa sebagai baktiku
Aku selalu berdoa untuk berjumpa dengan mu....Ayah Hasanuddin bin Damanhuri


Ini identitas Ayah kandungku:
Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO
SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta
SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta
Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)
Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)
Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin
Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)
Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)
Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)

Sabtu, 24 Oktober 2015

1000 PUISI UNTUK AYAH HASANUDIN

1000 PUISI UNTUK AYAH

Pergantungan jiwaku ini di landa pilu
Sunggu besar harapanku untuk hidup dengan ayah kandungku
Mimpi yang selalu terpahat sekian lamanya berharap akan terlaksana

Sejujurnya aku tulus memaafkan mu
Sejujurnya aku mencoba memahami mu 
Namun sesungguhnya memaafkan tak selamanya ikhlas
Mungkin aku anak durhaka yang selalu meminta hak ku
Hak ingin bersama mu, hak ingin di cintai mu, hak ingin berjumpa dengan mu

Wahai Ayahku,
Ini bukan salah mu, ini hanyalah takdir ku dari Tuhan
Dan kisah ini untuk penghormatan ku terhadapmu wahai orangtua ku

Memang sakit hati ini sangat dalam
Tapi cinta dan rindu ini sejujurnya jauh lebih dalam
Ini bukan perkara kau salah dan benar
Tapi siapa diantara kalian yang lebih tahu tentang keadaan ku

Ku selalu berbohong tak merindu mu
Ku selalu tertutup tak ingin dengar tentang mu
Ego ku tersulut bara emosi jika terbesit nama mu
Tapi ketahuilah rindu ini meluluhkan segala emosi ku terhadap mu

Wahai Ayahku,
Aku mencintai mu dan merindu mu
Aku berjanji tak akan menolak melihatmu
Aku berjanji tak akan menolak pelukan mu
Dan jika ku harus menebus rembulan untuk bertemu dengan mu
Akan ku tebus semua itu agar kembali pada kebahagiaan yang ku mau

Jika saat ku mengenang mu
Jika saat rindu ku menggebu
Tapi tak bisa ku lampiaskan, aku akan semakin pilu
Dan jantung ku kian berdetak
Kaki ku seakan terpaku di bumi
Terasa ku akan karam di lautan dan tak akan timbul kembali di dasar kehidupan

Impian ku hanya satu
Hanya ingin merasakan kasih sayang mu
Namun mimpi ku akan selamanya menjadi mimpi
Karena kau sendiri telah menutup mata pada ku
Tapi aku akan selalu menunggu dan berharap pada mu wahai Ayahku...

Wahai Ayahku,
Ketahuilah hanya ada dua yang ku tunggu
Pertama menunggu kedatanganmu untuk menjemputku
kedua Menunggu maut datang menjemputku
Agar di syurga aku bisa berjumpa dengan mu

Tetapi jika Ayah tidak pernah datang kembali kepadaku
Hanya satu penghargaan terakhirku
Heningkan aku dalam pejaman mu
Selipkan aku dalam doa mu
Sampaikan dalam mimpi ku
Dan aku berjanji akan lepaskan kekecewaan ku terhadap mu..

Wahai Ayahku,
Ketahuilah bahwa kau yang terpatri di dalam doa-doaku
Aku akan selalu merindu mu
Akan ku tulis 1000 puisi untuk mu 
Untuk menggambarkan betapa rindunya hati ini,,.

Created;
Vivi Sadiah

Harapan ku, semoga Ayah bisa membaca.







Ini identitas Ayah kandungku:

Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO

SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta

SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta

Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)

Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)

Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin

Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)

Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)

Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)







Jumat, 23 Oktober 2015

PUISI UNTUK AYAH YANG KU RINDUKAN

TETAP MERINDU MU AYAH

Semangat pagi ini ku rasakan
Semangat jiwa ini ku dambakan
Tapi jawaban yang ku cari tak kunjung datang

Sayup angin yang melintas di telingaku
Butir debu yang terusap di mataku
Dan akan tetap seperti itu
Sampai ku terpaku dalam tidur ku

Entah rasa apa yang menyelimuti
Entah asa apa yang menghampiri
Hanya ini yang ku tau, berharap dan merindu

Aku berkata pada diriku
Jangan bersedih, jangan putus asa
Yakinlah Ayah akan menghidupkan semangat ku kembali
Dan ia akan selalu menguatkan ku di kehidupan ini

Panas ada teduhnya, hujan pun ada redanya
Itupun yang ku harap dalam kisahku
Yang menjadi awal sebuah kisah
Kisah anak manusia yang tak tahu keberadaan ayahnya

Redanya hujan di bawah setangkai payung
Tenggelamnya panas di balik awan
Tumbuhnya dendam di hati ini
Terkalahkan oleh tumbuhnya cinta di bawah rahmat Sang Agung

Di gelanggang bukit pacuan
Kuda-kuda berlari dengan cepat
Namun tak secepat hatiku melupakan sakit ku,
Dirimu, rupa mu yang kini jauh dan entah dimana.......

Cinta dan rindu ini mengajarkan ku untuk kuat
Bukan menjadi lemah
Cinta dan rindu ini bukan melemahkan semangatku
Namun membangkitkan semangatku untuk tetap mencari mu dan menanti mu

Saat inilah hidupku makin ku dalami
Tak akan untuk meratapi, tapi untuk ku jalani
Ku tahu kehidupan ini tak akan selamanya beruntung
Tak selamanya berwujud sebuah kemuliaan
Tapi ada jeritan, tangisan, dan hati yang begitu malang
Karena Ayah yang ku rindukan tak kunjung datang......


Ini identitas Ayah kandungku:

Nama: HASANUDIN / HARI SUSILO

SMP: di SMP Negeri 1 Purwakarta

SMA: di SMA Negeri 1 Purwakarta

Nama Ibu dari ayah: Al-Saodah (alm)

Nama Bapak dari ayah: Damanhuri (alm)

Nama mama kandung saya/istri ayah yang dulu: Titin Supriatin

Nama adik kandung Ayah (di purwakarta): Om Alu / Fahrudin, Om Mulyana, om haerudin, om ade, (ayah anak pertama)

Nama kakak tiri Ayah beda bapak:  Ibu Uun (di irian jaya)

Nama adik tiri ayah beda ibu: om Iwan (di Bandung)