Sinar bulan tak dapat menyinari hatiku
Gemerlap bintang tak dapat menghiasi benakku
Mentari yang iringi langkahku, kini lelah menuntunku
Gemerlap bintang tak dapat menghiasi benakku
Mentari yang iringi langkahku, kini lelah menuntunku
Karena sama menunggu sosok ayah kandungku
Tak terhitung sudah hari ini
Hari-hariku memendam rasa ini,
hari-hariku memendam perih ini,
Terus menahan rasa, rasa rindu ku pada Ayah...
Hari-hariku memendam rasa ini,
hari-hariku memendam perih ini,
Terus menahan rasa, rasa rindu ku pada Ayah...
Wahai Ayah...
K yakin, aku bercahaya saat kau ada
Aku akan muncul di awan saat kau tiba
Aku akan tersenyum saat kau rangkulkan jiwa
Tapi ku sadar ini semua sulit terjadi...
K yakin, aku bercahaya saat kau ada
Aku akan muncul di awan saat kau tiba
Aku akan tersenyum saat kau rangkulkan jiwa
Tapi ku sadar ini semua sulit terjadi...
Ayah...
Tak akan ku lepaskan tangan mu jika kau datang menghampiriku
Ku berjanji tak akan merubah anganmu
kan ku hapus semua air mata lara mu
kan ku hapus semua air mata lara mu
Ku teguhkan hidup ku untuk merawat mu
Kan ku buang keletihan mu
Aku berjanji, dan terus berjanji
Ku akan berbakti dan menyayangi mu dengan kuat,
Sekuat guntur yang membahana,
Sekuat api yang membara
Sekuat guntur yang membahana,
Sekuat api yang membara
Aku menyayangi ayah dengan tenang,
Setenang angin yang berhembus lirih,
Setenang lautan yang berbuih
Setenang angin yang berhembus lirih,
Setenang lautan yang berbuih
Walau kini aku terbalut dengan perih,
seperih sayatan luka di tubuh,
seperih goresan hati yang rapuh
seperih goresan hati yang rapuh
Ku akan bertahan sampai Ayah datang padaku...
Vivi Sayang Ayah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar