Minggu, 13 Desember 2015

Tetap Merindukan Ayah Hasanuddin

Air hujan turun deras menghantam sang bumi
Air mata menetes dengan derasnya di pipi
Saat teringat tentang dirimu aku pilu
Sosok mu wahai ayah yang ku rindu

Gundah rasa yang kini ku rasa
Saat ku benar-benar tak bisa menahan amarah dan kesedihanku
Saat ku harus menerima takdir ku
Saat ku mengenang nama mu dalam fikiranku



Dari celah-celah awan yang putih
Terpancar cahaya yang terang
mengintip sosok putri yang jauh di dasar alam
Itulah aku, mereka sadar akan ku, tapi kenapa ayah tidak?

Ayah,
Kini cahaya ku mulai redup
Aku ingin kau hadir menerangkan ku
Terbias sudah ranting hidup ku yang rapuh
Aku ingin kau hadir menguatkan ku

Ayah, 
Tak perlu kau bawakan ku salju di sana
Tak perlu kau bawakan ku berlian di sana
Cukup kau beri kabar pada ku
Dan aku akan hampiri mu dengan penuh tekad


Ayah,
Ku sudah kerahkan semua tenaga ku untuk mencari mu
Ku sudah buang rasa malu ku demi mu
Tapi nasib masih tak mendukungku
Kegagalan yang kini hampiri ku
Tapi ku akan selalu berjuang demi bertemu dengan mu...

Vivi Cinta Ayah..
Vivi Sayang Ayah..
Vivi Rindu Ayah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar