Puisi: kekosongan hidupku
Saat ku terbangun, kemudian harapan selama ini masih belum terjadi
Saat ku buka mata, ternyata kita masih tetap sama
Berada dalam kesendirian tanpa bayi dalam dekapanku
Hati pun mengkerut syahdu dalam haru dan bertanya dimana malaikat kecilku??
Kapan dia akan hadir dalam rahim ku
Kapan aku bisa merawat nya di dunia ini..
Ku menitipkan harapanku pada setiap sujudku
Jika cinta itu angin, rentangkan layarku
Pada udara yang tak panas dan tak dingin
Jika cinta itu laut, layarkan perahuku
Dan suburkan lah tanaman agar dapat bahagia
Beranjak raga walau sedikit tetatih dalam kantuk, ku harus melawan kesedihan ini
Tak akan pernah berarti jika ku hanya berpasrah diri
Allah menunggu ku dalam sujud hening 1/3 malam ku
Bentangkan harapan dalam titipan doa qalbu
Apakah Allah sedang mempersiapkan yang istimewa?
Apakah Allah sedang mempersiapkan kebahagiaan sempurna bagi kami?
Atau kah aku akan selama nya seperti ini?
Wahai bayi kecilku,
Kami sangat Menantimu sayangku
Segera lah hadir dalam kehidupan kami
Senyummu yang kami tunggu wahai peri kecil ku
Tahun berlalu semakin berlalu
Kami yang semakin menua
Masih saja duduk diam menunggumu di sini
dengan setumpuk rindu yang mengharu
dalam kesendirian yang kadang menyesakkan
menghadapi sejuta tanya yang merisaukan
Semua ini terasa seperti dikejar waktu yang memburu
Seperti dilempar mimpi dalam hinaan
Mengapa tak kunjung datang Sayangku ?
Apa dirimu masih meragukan mama?
Aku memang bukan wanita sempurna
Pernah terjatuh dan kadang mengeluh
Tapi Mama akan mencoba
Menjadi yang terbaik bagimu
Dan Mama akan selalu menantimu Sayangku
Dengan senyum ceria, dengan hati yang teguh
Dengan keberanian menghadapi dunia
Karena Mama percaya
Selama Allah masih mengatur alam semesta
Selama jantung kami masih berdetak
Harapan akan selalu ada
Mukjizat masih berlaku untuk ku
Kami menunggumu Sayangku
untuk hadir di dalam rahimku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar