Rabu, 10 Mei 2017

Puisi Rindu ayah ingin jumpa ayah

Tatkala rindu dingin mendekap tubuh ini dengan erat
maka terciptalah air mata yang berlinang
Dan entah siapa dan tentang apa yang ku rindukan

Tatkala bilangan tasbih rindu semakin mengejar
Dengan pantas angka rindu di hadapan
Maka wujudlah satu perasaan dendam yang semakin menebal
Tapi rasa cinta ku pada Ayah mengalahkan dendamku

Ayah..
Lirih rinduku bergejolak menepi pada malam yg sunyi
Semilir angin membelaiku di saat tangis menerpaku
Semua mimpi tentang mu
Cita ku hanya ingin jumpa dengan mu

Pedih perih rindu ini seolah tiada henti
Cerita tentang mu membuatku lemah untuk berdiri
Aku tak tahan menahan pedihnya hidup
Aku tak mampu bangkit jiwaku selalu terpuruk

Ayah,
Aku tak ingin meminta kau memberi kemewahan mu untukku
Aku tak ingin kau membawaku ke istana mu
Aku hanya ingin kau datang pada ku dan menyadari ku ada

Jiwa ini yang semakin layu dikala kehilangan air siraman kasih
Tatkala bilangan tasbih rindu semakin memanjang
Dan tak pernah terwujud satu impian tentang mu
Destinasi kesedihan yang membawa ku kesini
Membawa sejuta impian dan keinginan yang menurut orang tak sulit

Ayah..
Melodi ku mesra tangis menggema ketika penaku menulis namamu
Tangis menjadi bumbu dalam syairku
Aku tak kuasa saat ku catat majas tentang kerinduanku

Rasanya sakit perih karna tangisku tak pernah ada jawabnya
Luka memang kurasakan, kecewa yang menerpa ku
Namun penaku tak pernah berhenti mencatat syair tentangmu

Ayah,
Aku hanya mampu mengungkap rindu melalui batang puisiku
Diamku adalah tangisku
Senyumku adalah sedihku
Puisiku adalah rinduku tentang mu

Semoga Allah mempertemukan kita di dunia
Semoga Allah selalu memberi mu kesehatan
Agar ku mampu berlutut pada mu Ayah
Agar hidup ku semakin sempurna..

Created Vivi Sadiah binti hasanudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar