Puisi untuk ayah
Judul : Syair Berkidung Rindu
Hitam.. haruskahku berteman denganmu ?
Gelap.. haruskah kau jadi sahabatku ?
Ketahuilah wahai hitam dan gelap
Aku lahir suci bagai putih
Tanpa tahu dosaku, Tanpa tahu salahku
Tanpa tahu apapun tentang mu
Ayah,
Aku pun berlari dalam kelam
Walau kabut pun tak mau menyibak
Aku berdayuh pada angan
Walau mimpi dan rindu tak pernah satu tujuan
Ayah,
Akan ku biarkan semua berlalu
mimpi pun aku tak inginkan
Meski rindu ini tercipta untukmu
Tapi hanya sayang ku pada mu yang mampu merubahnya
Ayah,
Tak sanggup diri ini menopong hidup tanpa mu
Aku rela kehilangan segalanya tapi tidak denganmu
Aku tak mau kau tak mengganggapku
Aku ingin kau mendoakanku di dalam doa mu
Ayah,
Lembayung tergores kelam
Luka menjelajah anganku pilu
Getar kasihmu dalam badai
Yang tak mampu aku rasakan tuk bermimpi menuju harapan
Ayah,
Adakah harapan itu untukku?
Untuk mendapatkan kasih sayang mu sepenuhnya
Untuk dipeluk oleh mu se^erat-eratnya
Untuk merasakan ketegasan hangat mu seluruhnya
Ayah,
Saat kutatap wajah sang malam
Dirimu hadir dalam angan mataku
Begitu lekat dalam hembusan bayu
Walau tak pernah tergambar wajah mu
Ayah,
Berpayung puisi yang kutulis
Serupa bertutur dengan bahasa
Aku yang retak berusaha tegak
Mengusap air mata bebaskan jiwa yang merindu
Ayah,
Aku tahu Tuhan menentukan jalan takdirku
Termasuk saat aku di permainkan oleh kehidupan
Termasuk warisan binti nama mu yang kau berikan
Termasuk rindu yang ku agungkan
Ayah,
Tempatkanlah aku diantara putaran lilin cintamu
Agar jalanku bercahaya denganmu
Agar hidupku lebih sempurna denganmu
Ketahuilah ayah,
Aku hancur bagai laksa tanpa bentuk
Serasa lemah tanpa bisa tegar
Seperti hilang tempatku yang tertuju
Seakan aku hampa tanpa mu
Semoga suatu hari nanti saat aku mati
Engkau selalu bahagia dan kau temukan jasadku dalam tanah
Jika semua tak terjadi di dunia, mimpi dan rinduku akan terjadi di akhirat
Ayah,
Telah kubersumpah pada diriku
Untuk tidak membawamu ke jahanam
Engkau tetap ayah kandungku
Tetap darahmu yang mengalir pada tubuhku
Aku menyayangi mu dan merindukanmu ayah hasan......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar