Terjaga tetesan air mata untuk kerinduan hati yang begitu melekat
Merindukan sosok kecil hasil cinta kita
Masihkah aku mampu tuk jalani hidup yang sedikit kosong
Di luar langit demikian kelabu
Musim yang tak pernah pasti
membuat tak ada yang secara pasti mampu memprediksi
Kapan banjir berhenti jadi ancaman di hati ini
Bukan untuk aku bersedih
Bukan untuk aku merana
Ku tuliskan sajak ini hanya ingin gambarkan kerinduanku pada nya
Pada sosok indah buah hati kita
Dingin menusuk-nusuk pori-poriku
Memekatkan sepi yang telah berhari-hari ini menawan kerinduanku pada sosok bayi ku
Entahlah sampai kapan aku harus menunggu
Ku buka jendela di alam sana
Masih banyak yang seirama dengan ku
Mereka senasib dengan ku dan merasakan hal sama
Mereka sangat kuat tuk bangkit, sangat indah tuk tersenyum, sangat ikhlas tuk jalani kekosongan ini
Kenapa aku tidak?
Sepotong kertas terbawa kencangnya hembus nafasku
Aksara aksara rintihan hati mulai memaksaku untuk membaca
Menyimak kisahku yang luka tanpa buah hati
Sampai tak terasa air mata membasahi pena ku
Wahai keturunan ku,
Mama sangat menyayangimu walaupun kau belum hadir nak
Mama telah menunggumu begitu lama
Kamu adalah mukjizat dalam hidup Mama
Jantungmu akan berdetak dalam tubuh Mama
Ya Allah semoga surga-Mu akan menjadi seindah-indahnya tempat kembaliku kelak
Dan jika Kau izinkan, berilah kami keturunan yang taat pada-Mu dan mengikuti suri tauladan Rosul
Restuilah kami menjaga nya sampai titik darah ini
Berilah kami kepercayaan tuk menjadikan dia bahagia dunia akhirat
Created: vivi sadiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar