Kamis, 11 Mei 2017

Puisi merindukan ayah Hasanudin bin damanhuri

Malam ini tanpa bintang di langit
Hanya hitam yang bertasbih disana
Sama seperti hatiku yang sedang hitam
Gersang tanpa hangat pelukan ayah

Ketahuilah ayah,
Bila malam bertabur bintang
Maka hati ini terpecik noda
Jika jalan berhambur kerikil bebatuan
Maka kaki ini tertusuk duri nan panjang

Yah,
Sesakit ini yang kurasa, sesedih ini yang ku alami
Sangat sesak tak mampu tuk teriak
Terlanjur kering tuk menangis
Hanya drama dan fiktif yang ku jalani

Ayah,
Bila surya pancarkan sinar
Maka raut ini tertekuk rata
Jika tak ku temukan jua jalan terang
Akankah ada pedang tertancap palang untuk ku anakmu?

Angin masih datang dengan cara sama
Memanjat setiap pucuk ranting hingga ulu hati
Aku di sini beku bagai pucat tanpa warna
Di sini aku masih merindukan sosokmu ayah

Apa aku harus putar arah yah?
Tak hiraukan mu dan tak menginginkanmu
Seperti aku yang dulu yang tak tau arti dirimu
Seperti masa kecilku tanpa mu

Jika tiap buku punya cerita
Akankah ada penulis data diriku
Bila semua riwayat telah dibedah
Apakah ayah akan ku temukan jua?

Ayah aku sangat merinduimu
Merindukanmu dengan cara diam bisu kata
Ayah engkau teramat jauh di mata
Untuk menyentuhmu saja aku harus melihat langit

Yah,
Kehadiranmu membuat hidup ini terasa bermakna
Cahaya kehidupanku akan terpancar
Yang kan ku jaga keindahannya demi mewangikan namamu
Apakah ayah tau tentang ini, tentang ku, dan tentang hidupku

Doa ku kirim untuk rasa rindu ini
Kujadikan semua penawar segala rasa asa
Kugenggam hati hingga putih
Sampai ayah mengerti kehadiranku

Ayah masihkah kau disana?
Ayah malam ini ku kirim sepucuk rindu
Rindu yang telah uban kusimpan di laci hati
Ku titip  pada angin malam yang beku
Semoga pucuk rindu ku sampai di hati mu
Semoga ku dapat berjumpa dengan mu, yah....

Created vivi sadiah binti hasanudin bin damanhuri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar