Sabtu, 13 Mei 2017

Puisi : hormat pada imamku

Dinginnya malam tak lagi terasa saat bersamamu
Panasnya siang tak lagi teraba stiap kau di sisiku
Semenjak itulah bermakna hidup ini
Raga ku tak terasa sepi lagi
Hanya rasa bahagia yang terisi

Pohon-pohon cinta tegak perkasa
Karena hati suci mulia menjadi akar tunjangnya
Semua indah karena cinta
Bahkan melebihi syair para pujangga

Suamiku..
Meski prahara dan banjir datang melanda
Pohon-pohon cinta tetap bertahan
Terguncang saja, tapi tak tumbang
Pohon cinta yang elok mempesona
Biarlah selalu tumbuh berkembang

Pohon itu menjadi peru-paru duniaku
Peneduh perang dan bencana
Hadir membawa sejuta pesan
Kasih sayang dan perdamaian

Wahai suami ku,
Kitalah yang menanamnya, merawat dan melestarikan
Dihati sanubari, di lubuk kalbu paling dalam
Kau tersirat pada pandangan

Suamiku tercinta,
Menyentuh dirimu seolah merasakan keindahan tiada tara
Melihat ketampananmu seolah terhanyut pada alam yang sempurna

Oh pujaanku,
Denyut jantung ini bergetar
menunggu langkahmu memasuki taman hati
Aliran darah mengalir begitu cepat menanti
Sunggu aku mencintai mu di kehalalan ini

DsVs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar